Cabriworld – Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi menjabat sebagai Presiden ke-23 Bangladesh setelah memenangkan pemilihan melalui parlemen. Ia merupakan politikus senior dari Bangladesh Nationalist Party atau BNP.
Parlemen Bangladesh menggelar pemilihan presiden pada 20 Agustus 2026. Mirza Fakhrul meraih 255 suara dari anggota parlemen. Sementara itu, pesaingnya, Oli Ahmad, memperoleh 88 suara.
Hasil tersebut membawa Mirza Fakhrul menuju posisi kepala negara Bangladesh. Ia kemudian menjalani pengambilan sumpah pada 21 Agustus 2026 di Bangabhaban, Dhaka.
Pelaksana tugas Ketua Parlemen Kayser Kamal memimpin prosesi pengambilan sumpah tersebut. Sejumlah pejabat tinggi negara menghadiri acara kenegaraan itu.
Baca Juga : Pesawat Carteran Jatuh di Alaska, 8 Orang Tewas
Perdana Menteri Tarique Rahman juga hadir bersama anggota kabinet dan perwakilan politik. Para diplomat asing turut menghadiri pelantikan tersebut.
Mirza Fakhrul menggantikan Mohammed Shahabuddin yang sebelumnya mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pergantian tersebut membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan presiden melalui parlemen.
Presiden Bangladesh memiliki fungsi yang sebagian besar bersifat seremonial dalam sistem pemerintahan parlementer. Namun, presiden tetap memegang posisi penting sebagai kepala negara.
Mirza Fakhrul memiliki pengalaman politik selama beberapa dekade. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BNP dan menjadi tokoh penting oposisi Bangladesh.
Ia juga pernah bekerja sebagai pengajar ekonomi sebelum aktif lebih jauh dalam pemerintahan dan politik. Perjalanan panjang tersebut membentuk profilnya sebagai politikus veteran.
Terpilihnya Mirza Fakhrul menandai perubahan penting dalam politik Bangladesh. Pemerintahan baru kini memasuki periode baru setelah perubahan besar sejak 2024.
Mirza Fakhrul dalam Pemerintahan Bangladesh
Terpilihnya Mirza Fakhrul Islam Alamgir membuka babak baru dalam perjalanan politik Bangladesh setelah perubahan pemerintahan beberapa tahun terakhir.
Parlemen memilih politikus berusia 78 tahun tersebut sebagai Presiden ke-23 Bangladesh pada 20 Agustus 2026.
Mirza Fakhrul meraih 255 suara dalam pemilihan presiden yang berlangsung di parlemen. Rivalnya, Oli Ahmad, memperoleh 88 suara.
Enam anggota parlemen tidak menggunakan hak suara mereka. Sebanyak 343 dari 349 surat suara akhirnya digunakan dalam pemilihan tersebut.
kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 21 Agustus 2026 di Bangabhaban, Dhaka.
Pelaksana tugas Ketua Parlemen Kayser Kamal memimpin pengambilan sumpah di Darbar Hall. Acara tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Baca Juga : Shanghai Lumpuh Diterjang Topan Dolphin, Banjir Meluas
Perdana Menteri Tarique Rahman menghadiri pelantikan bersama pejabat pemerintahan, diplomat, anggota parlemen, dan pimpinan militer.
Dalam sistem parlementer Bangladesh, presiden menjalankan sebagian besar tugas yang bersifat seremonial. Namun, jabatan tersebut tetap memiliki kedudukan konstitusional penting.
Presiden juga menjadi kepala negara sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata Bangladesh. Perannya dapat semakin penting ketika terjadi ketidakstabilan politik.
Mirza Fakhrul membawa pengalaman politik panjang menuju jabatan tersebut. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal Bangladesh Nationalist Party selama bertahun-tahun.
Sebelum aktif penuh dalam politik, bekerja sebagai pengajar ekonomi dan pegawai pemerintahan.
Ia kemudian berkembang menjadi salah satu tokoh penting BNP dan memainkan peran besar selama periode oposisi.
Pemilihannya juga menjadi pemilihan presiden Bangladesh pertama yang berlangsung kompetitif sejak 1991.
Kepemimpinan kini menjadi bagian penting dalam konsolidasi pemerintahan Bangladesh setelah perubahan politik besar sejak 2024.




Leave a Reply