cabriworld.net – Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut pada Jumat (9/1) di Kota Cebu, Filipina Tengah.
Sekitar 38 orang dilaporkan hilang dan diduga terjebak setelah tempat pembuangan akhir (TPA) runtuh pada Kamis (8/1).
Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, menurut otoritas setempat.
Wali Kota Cebu, Nestor Archival, menyatakan lebih dari 100 pekerja berada di TPA saat struktur runtuh.
“Situasi di lokasi sangat berbahaya karena tumpukan sampah lunak dan rangka baja yang besar,” ujar Archival melalui media sosial.
Hingga Jumat pagi, 12 orang telah diselamatkan. Korban meninggal adalah seorang wanita berusia 22 tahun.
Kondisi Lokasi Runtuh dan Risiko Kesehatan
Ketua Komisi Lingkungan DPRD Kota Cebu, Joel Garganera, memperingatkan risiko tinggi di lokasi.
“Kondisi udara beracun bisa membahayakan siapa pun yang terjebak terlalu lama,” kata Garganera.
Selain itu, struktur TPA yang runtuh dapat terus bergerak, membuat proses evakuasi menjadi sulit dan berisiko.
TPA yang terletak di Desa Binaliw berfungsi sebagai tempat pembuangan limbah dari Cebu dan kota tetangga Consolacion.
Struktur ini menampung ribuan ton sampah setiap bulan, sehingga runtuhnya TPA menimbulkan bahaya serius bagi pekerja.
Tim penyelamat menggunakan peralatan berat dan alat pelindung diri untuk mengevakuasi korban secara aman.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi Korban
Petugas menyisir tumpukan sampah dengan hati-hati, berusaha mencapai mereka yang terjebak di kedalaman.
Sejumlah tim medis siap di lokasi untuk menangani korban yang terluka akibat runtuhan atau paparan udara beracun.
Wali Kota Archival menekankan koordinasi antara pemerintah kota, polisi, dan tim penanggulangan bencana sebagai prioritas.
Menurut laporan, evakuasi sempat tertunda karena medan yang tidak stabil.
“Pergerakan sampah dan rangka baja membuat operasi penyelamatan menantang,” tambah Garganera.
Meski demikian, pihak berwenang memastikan upaya terus berlanjut hingga semua korban ditemukan.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Runtuhnya TPA ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan pekerja dan manajemen sampah di Cebu.
Selain korban jiwa, insiden ini berpotensi menimbulkan polusi udara dari tumpukan limbah yang terbuka.
Pakar lingkungan menyoroti perlunya inspeksi rutin dan perbaikan struktur TPA untuk mencegah tragedi serupa.
Warga sekitar desa Binaliw diminta tetap menjauhi lokasi karena risiko kecelakaan dan kontaminasi udara.
Sementara itu, pemerintah kota berjanji akan memperkuat pengawasan keamanan TPA di seluruh wilayah.
Pandangan Ke Depan
Insiden ini menekankan pentingnya prosedur keselamatan kerja di fasilitas pengelolaan sampah.
Peningkatan pelatihan, pengawasan struktur, dan peralatan keselamatan modern bisa mencegah korban lebih banyak.
Pemerintah Filipina tengah meninjau ulang regulasi TPA setelah tragedi ini, dengan fokus keselamatan pekerja.
Hingga kini, operasi pencarian masih berlangsung, dan warga serta keluarga korban menunggu kabar terbaru dari tim penyelamat.
Otoritas menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan lokasi tetap aman dari potensi runtuhan lanjutan.




Leave a Reply