Cabri World – Warga Israel membentuk antrean panjang di Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv pada Sabtu, 30 November 2025. Mereka ingin mengajukan kewarganegaraan atau memperbarui paspor Portugal, menurut laporan Times of Israel.
Antrean dimulai sejak pagi untuk janji temu tatap muka khusus kedutaan. Sistem ini diterapkan untuk mengatasi kemacetan pada pemesanan daring dan menarik perhatian besar warga. Antrian membentang dari pintu masuk hingga area parkir bawah tanah kedutaan.
Baca Juga: SpaceX Mulai Bangun Kompleks Peluncuran Starship di Florida
Portugal memberi hak kewarganegaraan bagi keturunan Yahudi Sephardi yang dianiaya selama Inkuisisi abad ke-16. Namun, kuota permohonan tinggi memaksa pemerintah memperketat persyaratan pada 2023, setelah undang-undang awal berlaku sejak 2015.
Warga Israel tertarik kewarganegaraan Portugal karena berbagai keuntungan, termasuk bebas bergerak di Uni Eropa, biaya hidup lebih rendah, akses pendidikan lebih mudah, dan biaya kuliah lebih terjangkau. Sejak serangan Israel di Jalur Gaza Oktober 2023, minat untuk paspor kedua meningkat pesat.
Survei Institut Demokrasi Israel 2025 menunjukkan lebih dari 25 persen warga mempertimbangkan meninggalkan negara. Penulis Sruli Fruchter menilai tren ini terkait kekecewaan politik, ketidakpastian ekonomi, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan. Kaum muda, sekuler, dan liberal menjadi kelompok utama yang mempertimbangkan emigrasi.
Polarisasi politik, upaya perombakan peradilan, dan dominasi politisi sayap kanan telah meruntuhkan kepercayaan publik. Ketidakstabilan ekonomi dan melemahnya sektor teknologi memperdalam frustrasi warga. Tren ini menandai perubahan signifikan dalam demografi dan aspirasi generasi muda Israel.
Minat Kewarganegaraan Portugal Meningkat di Kalangan Warga Israel
Peningkatan permohonan kewarganegaraan Portugal mencerminkan tren global paspor kedua. Pakar migrasi menilai hal ini sebagai strategi perlindungan dan mobilitas internasional.
Proses legal di Kedutaan Portugal memastikan hanya pemohon yang memenuhi kriteria Sephardi yang diterima. Praktik ini memperkuat kredibilitas dan otoritas hukum Portugal.
Keuntungan menjadi warga negara Portugal termasuk akses ke pendidikan tinggi Eropa dan peluang kerja internasional. Para analis menilai ini mendorong minat generasi muda Israel.
Baca Juga: Putin dan Utusan Trump Gagal Capai Perdamaian Ukraina
Tren emigrasi dipengaruhi oleh situasi politik dan ekonomi domestik. Penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah menambah urgensi warga mencari opsi kewarganegaraan kedua.
Permintaan tinggi memaksa Portugal menyesuaikan kuota dan prosedur administrasi. Keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara sejarah, hukum internasional, dan kapasitas pengelolaan migrasi.




Leave a Reply