cabriworld.net – Deteksi dini menjadi langkah penting dalam menangani tumor payudara. Banyak kasus baru terdiagnosis setelah benjolan berkembang cukup lama tanpa disadari pasien.
Tumor payudara sering tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Kondisi ini membuat sebagian orang mengabaikan perubahan pada payudara mereka.
Dokter spesialis bedah onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Ivan Rinaldy, menjelaskan pasien sering datang terlambat memeriksakan diri.
Menurutnya, banyak pasien baru mencari bantuan medis setelah menemukan benjolan yang sudah lama muncul.
“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama,” kata dr. Ivan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan bahwa benjolan pada payudara tidak selalu terasa nyeri. Karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap perubahan kecil pada tubuh.
“Tumor payudara terutama yang ganas tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” ujarnya.
Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi di Indonesia
Tumor payudara dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia.
Data dari Global Cancer Observatory menunjukkan angka kanker payudara di Indonesia masih tinggi.
Pada 2022 tercatat sekitar 66.271 kasus baru kanker payudara. Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 22.598 orang.
Sementara itu, prevalensi lima tahun tercatat sekitar 209.748 orang. Angka tersebut menunjukkan jumlah pasien yang masih hidup lima tahun setelah diagnosis.
Data tersebut menggambarkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Semakin cepat tumor ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.
Gejala Tumor Payudara yang Perlu Diwaspadai
Menurut dr. Ivan, tumor payudara sering dimulai dari perubahan kecil yang sulit dikenali.
Beberapa tanda dapat menjadi sinyal awal adanya kelainan pada payudara.
Salah satu gejala yang paling sering ditemukan adalah munculnya benjolan baru pada payudara.
Benjolan juga dapat muncul di area ketiak karena kelenjar getah bening berada di wilayah tersebut.
Perubahan bentuk atau ukuran payudara juga perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat terjadi tanpa sebab yang jelas.
Selain itu, perubahan pada kulit payudara dapat menjadi tanda peringatan. Kulit mungkin terlihat menebal, berkerut, atau menyerupai kulit jeruk.
Puting yang tertarik ke dalam juga menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai.
Keluar cairan dari puting yang tidak berkaitan dengan menyusui juga dapat menjadi tanda adanya gangguan.
Jika gejala tersebut muncul dan menetap, pasien disarankan segera memeriksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan Rutin Membantu Deteksi Lebih Cepat
Deteksi dini tumor payudara dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan rutin.
Salah satu metode paling sederhana adalah SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri.
SADARI dianjurkan dilakukan setiap bulan oleh perempuan dewasa.
Waktu terbaik melakukan pemeriksaan adalah hari ketujuh hingga kesepuluh setelah menstruasi.
Pada masa tersebut, kondisi payudara biasanya lebih lunak sehingga perubahan lebih mudah terdeteksi.
Bagi perempuan yang telah menopause, pemeriksaan dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.
Selain SADARI, terdapat metode SADANIS atau pemeriksaan payudara secara klinis.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan.
Dokter akan memeriksa kondisi payudara serta kelenjar di area ketiak dan tulang selangka.
Jika ditemukan indikasi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan.
Teknologi Medis Membantu Diagnosis Lebih Akurat
Pemeriksaan lanjutan dapat melibatkan berbagai teknologi medis modern.
Beberapa metode yang sering digunakan adalah ultrasonografi atau USG payudara.
Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan mammografi untuk mendeteksi kelainan jaringan payudara.
Pada kondisi tertentu, pasien mungkin memerlukan pemeriksaan magnetic resonance imaging atau MRI payudara.
Teknologi tersebut membantu dokter melihat struktur jaringan payudara secara lebih detail.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat penting untuk menemukan masalah lebih awal,” kata dr. Ivan.
Ia menambahkan kemajuan teknologi medis memungkinkan diagnosis dilakukan lebih cepat dan akurat.
Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan strategi pengobatan yang paling sesuai.
Penanganan Tumor Payudara Bergantung pada Jenis dan Stadium
Penanganan tumor payudara bergantung pada jenis dan stadium penyakit.
Beberapa tumor bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker.
Contohnya adalah fibroadenoma dan kista payudara.
Pada kasus ini, dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan secara berkala.
Namun jika benjolan terus membesar, pasien mungkin memerlukan tindakan medis.
Prosedur pengangkatan melalui operasi kecil dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Pada tumor ganas atau kanker payudara, penanganan biasanya lebih kompleks.
Pasien akan ditangani oleh tim dokter dari berbagai bidang spesialis.
Pendekatan ini dikenal sebagai penanganan multidisiplin.
Metode terapi dapat mencakup operasi, kemoterapi, dan radioterapi.
Beberapa pasien juga memerlukan terapi hormon atau imunoterapi.
Layanan Khusus untuk Penanganan Tumor Payudara
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso, mengatakan pihaknya menyediakan layanan khusus untuk kesehatan payudara.
Rumah sakit tersebut menghadirkan Breast Clinic di Women’s Health Center.
Layanan ini dirancang untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan tumor payudara secara terpadu.
“Kami memahami bahwa menemukan benjolan pada payudara sering menimbulkan kecemasan,” kata dr. Margareth.
Ia menjelaskan fasilitas tersebut dilengkapi teknologi medis serta tim dokter berpengalaman.
Pasien juga mendapatkan pendampingan selama proses pemeriksaan hingga pengobatan.
Pendekatan ini diharapkan membantu pasien merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan.
Kesadaran Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan
Para ahli kesehatan menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam pencegahan kanker payudara.
Mengenali perubahan pada tubuh sendiri dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.
Langkah sederhana seperti melakukan SADARI secara rutin dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Deteksi dini memberi peluang lebih besar bagi pasien untuk mendapatkan pengobatan yang efektif.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan benjolan atau perubahan pada payudara.
Pemeriksaan medis sejak dini dapat menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih serius.




Leave a Reply