cabriworld.net – Sassuolo harus menelan kekalahan tipis 1-2 saat menghadapi Lazio pada lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadion Olimpiade, Roma, Selasa dini hari WIB. Hasil ini sekaligus menghentikan tren kemenangan tiga laga beruntun tim asuhan Fabio Grosso.
Gol Awal Lazio dan Balasan Sassuolo
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Lazio membuka skor cepat melalui Daniel Maldini pada menit kedua. Gol cepat ini sempat mengejutkan tim tamu dan memengaruhi ritme permainan Sassuolo. Meskipun demikian, Armand Lauriente berhasil menyamakan skor pada menit ke-35, memberikan harapan bagi Sassuolo untuk menekan tuan rumah.
Jay Idzes, bek dan kapten tim nasional Indonesia, menyayangkan performa timnya di awal pertandingan. “Kami meninggalkan lapangan tanpa poin dan itu sangat disayangkan. Pada 20 menit pertama kami tidak bermain dengan baik, berbeda dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ujar Idzes, dikutip dari laman resmi Sassuolo. Ia menambahkan bahwa kesalahan umpan menjadi salah satu faktor utama kekalahan timnya.
Gol Penentu Lazio di Menit Akhir
Lazio kembali memimpin pada menit 90+2 melalui Adam Marusic. Gol ini terjadi ketika tenaga Sassuolo sudah terkuras akibat upaya mengejar skor sepanjang pertandingan. Idzes mengaku kecewa dengan gol tersebut dan menilai timnya seharusnya bisa lebih disiplin di lini pertahanan. “Seharusnya kami bisa melakukan sesuatu yang lebih baik agar tidak kebobolan,” kata Idzes.
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, juga menyoroti faktor kelelahan timnya. Ia menekankan pentingnya menjaga energi dan fokus hingga menit terakhir. “Sayang sekali kami tidak bisa melanjutkan tren kemenangan saat melawan tim yang tidak dalam laju yang bagus. Ketika kami tidak dalam performa optimal, lawan memanfaatkan itu,” ungkap Grosso.
Dampak Kekalahan Terhadap Posisi Klasemen
Hasil ini membuat Sassuolo tetap berada di peringkat sembilan klasemen sementara Liga Italia 2025/2026 dengan 38 poin dari 28 pertandingan. Lazio, yang sebelumnya mengalami lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi, berhasil naik ke posisi 10 dengan 37 poin. Persaingan di papan tengah liga semakin ketat dengan selisih satu poin ini.
Idzes menegaskan bahwa musim ini penuh dengan dinamika naik turun, dan timnya harus tetap fokus pada sisa 10 pertandingan. “Kami harus bisa melewati masa-masa sulit dan terus berkembang. Masih ada 10 pertandingan tersisa, tetapi kami ingin memberikan segalanya hingga akhir,” jelasnya.
Tantangan Sassuolo di Sisa Musim
Sassuolo menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi performa. Tim ini perlu memperbaiki akurasi umpan dan koordinasi lini tengah, terutama menghadapi lawan yang cepat memanfaatkan kesalahan. Data statistik menunjukkan bahwa Sassuolo melakukan lebih banyak kesalahan passing dibanding rata-rata liga pada pertandingan ini, yang berkontribusi terhadap gol Lazio di menit akhir.
Fabio Grosso berharap timnya bisa belajar dari kekalahan ini. Ia menekankan pentingnya strategi defensif yang lebih disiplin, serta fokus hingga detik terakhir setiap pertandingan. Perbaikan ini dinilai krusial untuk bersaing di papan tengah dan memaksimalkan peluang meraih posisi lebih baik di akhir musim.
Kesimpulan dan Pandangan ke Depan
Kekalahan 1-2 dari Lazio menjadi peringatan bagi Sassuolo terkait pentingnya fokus dan efisiensi permainan. Dengan masih tersisa 10 laga, tim ini memiliki peluang untuk membalikkan tren negatif dan memperbaiki posisi klasemen. Idzes dan Grosso sepakat bahwa perbaikan teknis dan mental menjadi kunci agar tim bisa tampil lebih konsisten dan kompetitif hingga akhir musim.Sassuolo kini menghadapi tekanan untuk menjaga tren positif, terutama melawan tim-tim papan atas, sambil memastikan tidak kehilangan poin di laga-laga krusial melawan lawan selevel. Upaya ini akan menentukan apakah mereka mampu finis lebih tinggi di klasemen Liga Italia 2025/2026.




Leave a Reply