cabriworld.net – Timnas Burkina Faso meraih kemenangan penting pada laga perdana Grup E Piala Afrika 2025.
Burkina Faso bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Guinea Khatulistiwa dengan skor 2-1.
Pertandingan berlangsung di Stadion Mohammed V, Casablanca, Rabu waktu setempat.
Kemenangan ini menegaskan mental kuat Burkina Faso di turnamen besar Afrika.
Meski sempat tertinggal, Burkina Faso menunjukkan ketenangan hingga menit akhir.
Hasil ini menjadi modal penting dalam persaingan ketat Grup E.
Baca juga: “Arsenal ke Semifinal Setelah Kalahkan Crystal Palace dalam Adu Penalti”
Guinea Khatulistiwa sebenarnya tampil disiplin sepanjang laga.
Mereka bahkan mampu mencetak gol lebih dulu di fase akhir pertandingan.
Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang.
Babak Pertama Berjalan Seimbang dan Penuh Duel Fisik
Sejak menit awal, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi.
Burkina Faso mencoba menguasai bola dan membangun serangan perlahan.
Guinea Khatulistiwa memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik.
Babak pertama diwarnai banyak duel fisik di lini tengah.
Namun, peluang bersih sulit tercipta dari kedua kubu.
Penyelesaian akhir menjadi masalah utama sepanjang 45 menit pertama.
Hingga turun minum, skor tetap imbang tanpa gol.
Kedua pelatih terlihat aktif memberi instruksi dari pinggir lapangan.
Atmosfer pertandingan terasa tegang karena pentingnya laga pembuka grup.
Kartu Merah Ubah Arah Pertandingan
Pertandingan berubah drastis pada awal babak kedua.
Guinea Khatulistiwa harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-50.
Bek sayap Basilio Ndong menerima kartu merah langsung dari wasit.
Ndong dinilai melakukan pelanggaran berbahaya terhadap pemain Burkina Faso.
Keputusan wasit tidak berubah setelah protes singkat dari pemain Guinea Khatulistiwa.
Kartu merah tersebut menjadi titik balik jalannya pertandingan.
Burkina Faso langsung meningkatkan tempo serangan.
Mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menekan dari berbagai sisi.
Guinea Khatulistiwa terpaksa bertahan lebih dalam menjaga area pertahanan.
Gol Dianulir dan Kejutan di Menit Akhir
Tekanan Burkina Faso sempat membuahkan gol pada menit ke-71.
Lassina Traoré berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut.
Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR.
Keputusan VAR membuat Burkina Faso harus tetap bersabar.
Guinea Khatulistiwa justru menciptakan kejutan besar di akhir laga.
Mereka mencetak gol pertama pada menit ke-85.
Gol Guinea Khatulistiwa dicetak pemain pengganti Marvin Anieboh.
Ia menyambut sepak pojok Carlos Akapo dengan penyelesaian akurat.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk Guinea Khatulistiwa.
Gol ini sempat mengejutkan pendukung Burkina Faso.
Namun, tim berjuluk Les Étalons tidak menyerah pada keadaan.
Gol Menit Injury Time Antar Burkina Faso Menang
Tertinggal membuat Burkina Faso mengerahkan seluruh kekuatan menyerang.
Banyak pemain maju ke area pertahanan Guinea Khatulistiwa.
Tekanan terus diberikan hingga menit tambahan waktu.
Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit 90+5.
Pemain pengganti Georgi Minoungou mencetak gol penyama kedudukan.
Gol ini lahir dari situasi bola mati di depan gawang.
Hanya tiga menit berselang, Burkina Faso kembali mencetak gol.
Edmond Tapsoba muncul sebagai penentu kemenangan pada menit 90+8.
Ia menyelesaikan peluang dengan tenang di dalam kotak penalti.
Skor berubah menjadi 2-1 untuk Burkina Faso.
Gol tersebut sekaligus memastikan comeback dramatis Burkina Faso.
Hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen Grup E
Berkat kemenangan ini, Burkina Faso memimpin klasemen sementara Grup E.
Mereka mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan.
Posisi ini memberi keuntungan psikologis untuk laga selanjutnya.
Sebaliknya, Guinea Khatulistiwa harus puas berada di peringkat ketiga.
Kekalahan ini membuat mereka harus bekerja lebih keras di laga berikutnya.
Setiap pertandingan berikutnya menjadi penentu peluang lolos grup.
Menurut catatan Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF, laga berlangsung ketat.
CAF mencatat dominasi penguasaan bola Burkina Faso pada babak kedua.
Namun, efektivitas serangan baru terlihat di menit akhir pertandingan.
Modal Mental Kuat Menuju Laga Berikutnya
Kemenangan atas Guinea Khatulistiwa menunjukkan karakter kuat Burkina Faso.
Mereka mampu bangkit meski tertinggal di menit akhir.
Mental seperti ini penting dalam turnamen sekelas Piala Afrika.
Burkina Faso kini menatap laga selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi.
Pelatih diperkirakan akan mempertahankan intensitas permainan agresif.
Sementara itu, Guinea Khatulistiwa perlu segera berbenah.
Piala Afrika 2025 masih panjang dan penuh kejutan.
Hasil laga ini menjadi pengingat bahwa pertandingan belum selesai hingga peluit akhir.




Leave a Reply