cabriworld.net – Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan kontestasi politik ke depan berjalan kondusif. Tujuannya agar persaingan politik tidak menimbulkan perpecahan yang dapat merugikan pembangunan bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Cak Imin dalam pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Fokus pembahasan utama adalah soal sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan bagaimana kompetisi politik dapat lebih produktif bagi negara.
“Itu termasuk poin-poin pikiran yang kami usung dan beliau amat sangat setuju. Politik yang terlampau kompetitif tiap hari tidak produktif,” jelas Cak Imin.
Upaya Politik Lebih Produktif
Menurut Cak Imin, kompetisi politik tetap bisa berjalan namun dengan cara yang lebih produktif. Salah satunya adalah melalui Pilkada tidak langsung, yakni dipilih oleh DPRD, sehingga suasana politik lebih tenang dan kondusif.
“Kompetisi politik saatnya dibatasi, tidak setiap hari. Tetapi pada saat-saat tertentu, sehingga lebih produktif bagi bangsa kita,” tambahnya.
PKB menegaskan dukungannya terhadap usulan Pilkada melalui DPRD. Langkah ini dianggap lebih sesuai untuk menyeimbangkan persaingan politik dengan kepentingan pembangunan nasional.
“Setuju. PKB dari dulu menginginkan Pilkada melalui DPRD,” tegas Cak Imin.
Sikap DPR dan Pemerintah soal UU Pilkada
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa DPR dan pemerintah sepakat tahun ini tidak ada revisi UU Pilkada. Hal ini karena Rancangan Undang-Undang tersebut tidak masuk dalam agenda Prolegnas Prioritas 2026.
Dasco menambahkan, isu Pilkada yang dipilih DPRD juga belum menjadi pertimbangan DPR saat ini. Keputusan ini menunjukkan bahwa pembahasan Pilkada tidak langsung masih memerlukan diskusi lebih lanjut di masa depan.
Baca juga: “KPK Selidiki Gus Alex soal Kerugian Negara Kuota Haji”
“Kami sudah sepakat dalam Prolegnas tahun ini tidak masuk agenda pembahasan UU Pilkada,” kata Dasco.
Konteks Penting Sistem Pilkada di Indonesia
Sejak era reformasi, Pilkada di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan. Awalnya dipilih langsung oleh rakyat, kemudian beberapa daerah sempat kembali ke sistem tidak langsung melalui DPRD. Tujuan utama adalah menjaga kestabilan politik sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap terdengar.
Beberapa ahli politik menilai, pembatasan kompetisi politik yang terlalu sering dapat membantu fokus pemerintah pada pembangunan. Kompetisi yang sehat tetap penting, namun jika berlebihan dapat menimbulkan polarisasi sosial dan menghambat produktivitas pemerintahan.
Pandangan PKB dan Prabowo tentang Politik Kondusif
Pertemuan antara Cak Imin dan Prabowo menegaskan bahwa kedua pihak ingin politik Indonesia lebih damai dan produktif. Prabowo mendukung adanya kompetisi politik, tetapi dengan aturan yang menjaga ketenangan dan efektivitas pemerintahan.
Menurut Cak Imin, langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Fokus politik tidak hanya pada persaingan kekuasaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Cak Imin menekankan bahwa politik produktif dan damai menjadi prioritas bagi Prabowo dan PKB. Kompetisi tetap ada, namun dibatasi agar tidak mengganggu pembangunan.
Meski UU Pilkada belum direvisi, dukungan terhadap Pilkada melalui DPRD tetap menjadi gagasan penting untuk menciptakan politik yang lebih kondusif. Kedepannya, keseimbangan antara kompetisi politik dan pembangunan nasional akan menjadi fokus pengambilan keputusan.
Dengan strategi ini, diharapkan politik Indonesia bisa lebih stabil, aspiratif, dan tetap mendukung kemajuan bangsa.
Baca juga: “Cak Imin Dukung Presiden Prabowo 2 Periode, tetapi Wapres Masih Akan Dibahas”




Leave a Reply